Seiring dengan pesatnya pembangunan yang
dilakukan muncul beberapa masalah lingkungan yang terkait dengan air tanah,
yaitu semakin berkurangnya sumber air tanah yang tersedia dan pencemaran air
tanah pun semkain meningkat. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
berkurangnya sumber air tanah yaitu :
a)
Pertumbuhan industri yang pesat di suatu kawasan disertai
dengan pertumbuhan pemukiman penduduk akan menimbulkan kecenderungan kenaikan
permintaan air tanah.
b)
Pemakaian air beragam sehingga berbeda dalam kepentingan,
maksud serta cara memperoleh sumber air.
c)
Perlu perubahan sikap sebagian besar masyarakat yang
cenderung boros dalam pengggunaan air tanah melalaikan unsur
konservasi.
Bila air tanah dangkal dan air tanah dalam diambil secara berlebihan, maka sumber
air tanah akan berkurang. Akibatnya, terjadi penuruan tanah (amblesan) dan
penerobosan air asin ke dalamair tanah (aintrusi air asin) unutk daerah
pesisir. Terjadinya intrusi air laut menyebabkan penyediaan air bersih
terganggu karena air tawar tercampur dengan air laut. Upaya untuk membersihkannya kembalai memerlukan
waktu bertahun-tahuan.
Oleh karena itu, berbagai cara harus dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan
terjadinya intrusi air laut.
Batas antara air tawar dan air asin di dalam air
tanah disebut interface. Interface ini kan bergerak sesuai dengan keseimbangan
antara air tawar dan air asin. Pengambilan air tanah yang berlebihan di daerah
pantai akan menyebabkan garis interface bergerak ke arah daratan atau air asin
mendesak air tawar sehingga air asin akan masuk ke dalam sumur-sumur di daerah
pantai.
Air tanah biasanya menjadi pilihan banyak
masyarakat di Indonesia karena lebih hemat. Dengan menggunakan alat
pompa air, kita bisa memperoleh sumber air bersih yang yang terkandung
di dalam tanah. Namun kini, banyak masalah pencemaran pada air tanah
sehingga berbahaya jika dikonsumsi.
Adapun ciri-ciri air tanah di sumur yang
sudah tercemar, yaitu berwarna keruh dan tidak jernih, terasa payau
karena mengandung kadar garam tinggi, serta ada juga yang rasanya jadi
pahit atau berasa seperti air sabun karena mengandung alkali dari
deterjen. Selain itu, air tercemar biasanya mengandung besi, alumunium,
mangan, sulfat, atau kapur dalam jumlah yang besar, serta memiliki bau.
Ada beberapa penyebab air tanah bisa tercemar, di antaranya:
- Larutan bahan pencemar masuk ke dalam tanah yang berasal dari tempat penampungan sampah. Biasanya terjadi saat air hujan turun sehingga bahan tersebut merembes ke dalam tanah dan mencemari air.
- Adanya rembesan dari saluran pembuangan rumah tangga. Seperti rembesan kotoran dari septic tank yang dirancang tidak memenuhi standar yang baik.
- Limbah di sekitar rumah yang sudah lama mengendap dan tidak ditanggulangi.
- Limbah rumah tangga yang menggenang di atas tanah.
- Penggunaan air tanah yang berlebihan tetapi tidak disertai proses pengembalian air kembali ke dalam tanah; sehingga membuat konsentrasi bahan pencemar larut ke dalam tanah semakin pekat.
Oleh sebab itu, penting sekali
memerhatikan kondisi lingkungan rumah dan menjaganya dengan baik. Jangan
sampai air tanah malah tercemar sehingga tidak bisa lagi dimanfaatkan
untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Sumber:
https://maknawi.com/2017/04/03/ini-penyebab-pencemaran-air-tanah-di-rumah/